Vaksinasi ke Dua, Kapolres Tuban : Rasanya Sama Seperti Suntikan Vaksin Pertama.

0
255

Tuban – Vaksinasi merupakan salah satu upaya pemerintah yang diharapkan bisa menekan laju penyebaran corona virus disease 19 (Covid-19) yang masih belum terkendali.

Dua minggu berlalu, tepatnya hari Rabu(27/01) Sejumlah pejabat pemerintahan, Forkopimda serta perwakilan Tokoh Agama dan tokoh masyarakat serta tenaga medis mendapat suntikan vaksin Covid-19 Tahap pertama.

Hari ini bertempat di Puskesmas Tuban, vaksinasi tahap kedua diberikan kepada sejumlah pejabat Pemerintahan serta Forkopimda, Rabu (10/02/2021).

Sejumlah pejabat Yang mendapatkan vaksinasi tahap dua diantaranya, Ketua DPRD Kab. Tuban H. Miyadi, S.Ag., M.M., Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Villiala Romadhon, S.E., M.I.Pol., Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si. Sekda Kabupaten Tuban, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Endah Nurul Komariyati, serta beberapa tenaga medis.

AKBP Ruruh menjelaskan tidak ada efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang ia rasakan, hal itu Ia disampaikan usai menerima suntikan Vaksin yang kedua.

” Iya, ini sudah dua minggu lebih dari suntikan vaksin pertama, memang jaraknya harus 14 hari setelah vaksin yang pertama” Ucap Polisi Kelahiran Ngawi itu.

“Rasanya sama seperti kemarin saat disuntik vaksin yang pertama, tidak ada efek samping” Imbuhnya.

Lebih lanjut alumni Akademi Kepolisian Sanika Satyawada 2000 itu berharap agar masyarakat mengikuti proses vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan baik.
“Vaksin ini sudah di gelorakan oleh pemerintah dijamin aman dan halal, silahkan diikuti ini tujuannya supaya pandemi segera berakhir” Pungkasnya.

Saat dikonfirmasi juru bicara Covid-19 Endah Nurul Komariyati membenarkan bahwa antara suntikan vaksi pertama dan kedua membutuhkan jarak waktu 14 hari.

” Iya benar, penyuntikan vaksin pertama dan kedua untuk usia 18 sampai 59 tahun jaraknya 14 hari, sedangkan usia diatas 59 tahun membutuhkan jarak hingga 28 hari” Jelas Endah.

Pada Minggu (07/02) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Sinovac untuk masyarakat di usia diatas 59 tahun.

Seperti diketahui Kabupaten Tuban pada tahap pertama mendapatkan 6.400 dosis vaksin dengan dua kali pengiriman, termin 1 diterima pada selasa (26/01) berjumlah 2.680 dosis vaksin, menyusul termin 2 pada hari Jum’at (29/02) sejumlah 3.720 dosis lebih banyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here