Tolak Pembebasan Lahan Warga Desa Sumurgeneng Nekat Bentangkan Spanduk Pasca Kunjungan Presiden

0
279

antaranow.com – Sehari setelah kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, di Kilang PT. Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) Sabtu siang kemarin, tiga warga Kecamatan Jenu belum kembali ke rumahnya. Informasi yang diterima sampai Minggu (22/12/2019) pagi, mereka masih belum kembali.

Tiga warga yang dimaksud adalah Wawan, Mashuri dan M Basori. Keterangan beberapa orang, sebelumnya mereka bertiga berniat membentangkan spanduk berisi penolakan untuk menjual tanah buat pembangunan kilang di Tuban.

“Mereka pergi ke jalan raya untuk membentangkan spanduk. Belum membentangkan spanduk ada beberapa mobil polisi dan membawa tiga orang teman kita” terang Munasih, kakak dari Mashuri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyinggung terkait persiapan pembangunan mega proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) di Tuban. Pada kesempatan itu, beliau memerintahkan kepada Pertamina untuk segera merampungkan pembebasan lahan untuk pembangunan kilang.

“Kilang sebelah (GGR) tadi saya mendapatkan informasi masih menyelesaikan pembebasan lahan,” ungkap Joko Widodo. Kilang ini memang cukup dekat dan masih satu kecamatan dengan lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan kilang GRR.

Lebih lanjut, Jokowi juga memberikan batasan waktu maksimal sampai tiga bulan dari sekarang supaya semua lahan yang masuk dalam Penetapan Lokasi (Penlok) bisa dirampungkan.

“Saya juga sudah memberikan batasan waktu, tidak bisa lagi lebih dari tiga bulan. Kalau sanggup, ya sanggup. Kalau tidak sanggup, ngomong,” tegas Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here